Kepingan Cantik Misool – Raja Ampat (part 2)

baca kisah sebelumnya http://fifinmaidarina.com/kepingan-cantik-misool-raja-ampat-part-1/

 

Day 3

Hari ketiga di pulau Harapan Jaya… dan inilah saat yang sangat ditunggu oleh tim kecil saya, diving time… Sementara rombongan besar akan menjelajah ke danau ubur-ubur di Kawarapop. Bulan yang terbaik untuk diving di Raja Ampat adalah Oktober sampai April, dimana high sessionnya memang Desember sampai Februari. Di luar bulan tersebut, ombak sangat besar dan tidak bersahabat. Pada kondisi bulan baik pun, arus untuk diving juga lumayan terasa. Maka untuk alasan safety, disarankan untuk penyelam tingkat Advance yang diperbolehkan diving di area Raja Ampat. Kuncinya sebenarnya adalah tidak boleh panik. Maka untuk pemula yang masih butuh banyak penyesuaian, tentunya perlu pendampingan khusus untuk diving di area Raja Ampat. Bahkan, masih banyak lokasi menarik, seperti misalnya diving untuk memasuki gua sampai kedalaman 37 meter di bawah permukaan laut, namun dibutuhkan keahlian khusus sampai level Stress & Rescue. Secara pribadi, ini masih menjadi pe-er untuk kembali ke wilayah Misool ini dengan berbekal ilmu diving lanjutannya tentunya.

Untuk trip diving ini, biaya yang harus dikeluarkan adalah sewa boat kecil seharga Rp. 2.500.000 / hari yang bisa dibagi 3 orang peserta diving hari ini dan untuk divingnya sendiri adalah Rp. 550.000 / dive.

Spot diving yang dipilih untuk kami adalah Boo Window, Tengrok, Fiabacet. Makhluk laut yang menjadi andalan di Raja Ampat adalah manta, wobbegong, walking shark dan nudibranch. Syukur-syukur kalau nantinya ketemu mereka, tapi selain hal tersebut pemandangan bawah laut pastinya juga istimewa, karena sebagai “ibukota” segitiga terumbu karang dunia, Raja Ampat menyimpan ragam ikan dan terumbu karang paling kaya di seluruh dunia. Hm…betapa bangganya jadi orang Indonesia…

Setelah briefing singkat, tak sabar kami ingin segera masuk dan mengintip ke dalam lautan biru. Spot pertama adalah Boo Window, dimana nama tersebut diberikan karena setelah turun akan tampak karang membentuk dua lubang di dalam laut dan ikan warna-warni berseliweran begitu saja dengan santainya. Sampai kedalaman 5 meter, arusnya memang cukup kuat. Memang harus segera turun lebih dalam supaya arusnya mulai sedikit lebih tenang. Dan mata kami benar-benar terpukau. Terumbu karangnya sangat rapat, penuh dan warna-warni. Ikan kecil-kecil pun banyak bergerak melintasi kami. Wah….tidak ada kata yang sanggup terucap atas keindahan ini.

Sebelum masuk ke spot kedua, kami berhenti di pulau Banos untuk makan siang. Pulau tersebut merupakan pos pantau untuk menjaga kawasan konservasi ini. Pada kawasan konservasi, tidak diperbolehkan untuk menangkap ikan dengan cara apapun. Perahu yang mengantar kamipun dilarang lempar jangkar, karena akan merusak terumbu karangnya. Untuk para nelayan, mereka mempunyai area sendiri untuk menangkap ikan. Untuk kapal asing, sama sekali tidak diperbolehkan menangkap ikan pada area manapun. Memang dengan begini, alam kita akan tetap terjaga, dan semakin lama, bawah lautnya pasti makin sehat dan kaya. Jadi tenang saja, yang belum kesampaian mencicipi diving di Raja Ampat, penghuninya akan terus bertambah koq, karena dijaga dengan baik. Maka kita pengunjung pun tentu harus membantu menjaga termasuk pada sampah sekecil apapun, lebih baik dibawa balik ke pulau tempat kita tinggal.

Setelah cukup beristirahat, kami masuk ke spot diving kedua, yaitu di Tengrok. Di sana, kami puas menemukan banyak sekali nudibranch. Dan spot ketiga, yaitu di Fiabacet, banyak sekali seafan warna-warni. Sayangnya si buddy lebih memilih motretin ikan-ikan, sehingga tidak ada aksi narsis sama sekali di sini :-p Tapi puas banget diving di Raja Ampat. Sampai ada yang bilang, Raja Ampat ini bak “mekahnya” para diver. Terima kasih banget buat Om Husein yang sudah menjadi guide yang baik untuk acara penyelaman ini.

Tiga hari sudah berlalu dan besok sudah harus kembali ke Sorong. Malam hari kami berkumpul, dan sempat ngobrol banyak dengan Ismail, tentang potensi wisata di area Misool ini. Ternyata wilayah selatan Raja Ampat saja masih banyak yang belum dikunjungi. Belum lagi daerah utara di Waigeo. Ternyata sekali datang saja tidak cukup. Pantesan Ingrid yang sudah berulang kali datang ke Raja Ampat, tidak pernah bosan-bosannya untuk kembali dan kembali lagi. Secara pribadi, salah satu lokasi yang ingin dikunjungi adalah Yapap. Membaca salah satu buku tentang Raja Ampat, tampak Yapap sangatlah indah dan kutanyakan ke Ismail, apakah memungkinkan untuk singgah esok hari sembari pulang ke arah Sorong. Ternyata, Ismail berbaik hati mengantar kami ke sana, karena beliau juga bangga dan ingin pamer juga kepada kami orang kota, betapa cantiknya Yapap tersebut. Memang belum banyak yang tahu tempat tersebut. Bahkan jika di googling pun, belum banyak review tentang tempat tersebut. Aha…dapat bonus donk…

Day 4

Pagi pukul 7 WIT kami sudah siap berlayar kembali. Semua barang sudah dipacking dalam tas, dan bersiap untuk mampir ke Yapap, sekedar foto-foto. Selamat tinggal pulau Harapan Jaya.

Tidak lama perjalanan ditempuh, masuklah kami ke area Yapap disambut dengan yang terbentuk alami dari karang. Kemudian kami menyusuri lautan dangkal mirip laguna dengan wana tosca di kelilingi batu-batu tinggi menjulang yang sangat cantik.

Tidak salah jika Ismail bilang ini adalah icon area Misool. Lautnya yang jernih dengan dasar berpasir putih sudah memanggil kami untuk nyemplung kembali. Beberapa dari kami galau, karena semua baju ganti sudah dipacking rapi di dalam tas. Tapi, kapan lagi bisa menikmati ini. Wonderfull moment. Mungkin yang lain bisa bangga berlibur mahal di negeri orang, tapi buat kami, tempat inilah yang buat kami bangga pernah singgah dan merasakan betapa cantiknya Indonesia.

Tidak bisa terlalu lama di Yapap, kami harus bertolak kembali ke Sorong. Say goodbye kepada semua peserta trip dengan membawa kenangan indah selama liburan ini. Saya habiskan sore dengan menikmati sunset di Sunshine Beach, karena di tempat inilah pemandangan terbaik untuk melihat matahari terbenam sebagai penutup perjalanan di Raja Ampat.

Banyak yang mengatakan liburan di Raja Ampat mahal banget, dibandingkan dengan keluar negeri, seperti Malaysia, Singapore, Thailand terutama terkait tiket pesawatnya. Tapi jika diatur sedemikian rupa dan rela berlibur gaya backpacker maka tetap akan bisa mendapatkan pemandangan alam yang luar biasa. Kalaupun sama mahalnya, ini bukan sesuatu yang sama untuk bisa dibandingkan dengan sekedar liburan ke kota sambil berbelanja menghabiskan uang. Jadi tunggu apa lagi, siapkan akhir tahun ini untuk sebuah perjalanan yang istimewa milik alam Indonesia.

Ringkasan budget :

  • airport tax Surabaya : Rp. 75.000,-
  • airport tax Sorong : Rp. 11.000,-
  • ojek : Rp. 50.000,-
  • Hotel di Sorong untuk 2 malam ; Rp. 300.000,- / orang ( 1 kamar berdua)
  • Budget untuk makan selama di Sorong : Rp. 200.000,-
  • Sewa kapal = Rp. 2 juta / orang untuk 4 hari 3 malam
  • Homestay di pulau Harapan Jaya include 3 x makan sehari : Rp. 300.000,- x 3 = Rp. 900.000,-
  • Jika diving : sewa kapal Rp. 850.000,- + diving 3 x = Rp. 1.650.000,-

Total biaya trip tanpa tiket pesawat

  • tanpa diving : Rp. 3.500.000,-
  • dengan diving : Rp. 5.150.000,-

Pesawat Surabaya – Sorong PP : Rp. 4 juta – Rp. 5 juta (fluktuatif)

Tips perlengkapan yang dibawa :

  • Baju tipis, sehingga mudah dikeringkan jika basah
  • Baju renang untuk snorkeling
  • Masker, snorkel, fin (bisa sewa di pulau Harapan Jaya)
  • Wetsuit jika ingin diving dan perlengkapan diving
  • Minyak sereh atau olesan sejenis untuk menghindari nyamuk
  • Sepatu atau sandal gunung yang nyaman untuk aktivitas hiking (tidak disarankan sandal, karena karang tajam dan cukup licin)
  • Uang cash selama di pulau Harapan Jaya, karena belum ada ATM (Bisa disiapkan di Sorong, karena ATM di Sorong lengkap)
  • kalau takut kelaparan, bawa snack yang banyak, karena tidak banyak warung di pulau Harapan Jaya

based on our journey on 26 – 31 Dec 2014

has published :

  • Harian Surya : 8, 15, 22 March 2015
  • Tribun Jateng : 12 & 19 March 2015

Spread the love

One thought on “Kepingan Cantik Misool – Raja Ampat (part 2)”

  1. Satu-satunya cara untuk bisa menikmati hari Senin adalah dengan menikmati apa yang kamu kerjakan. Jika kamu mencintai apa yang kamu lakukan, maka ketakutan ketika lepas dari masa liburan tidak akan kamu rasakan, tapi justru akan membuat makin bersemangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *