Menikmati Keindahan Giant Rose Marantale, Parigi Moutong

Matahari siang itu sudah sangat terik ketika rombongan kami mendarat di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie, kota Palu, Sulawesi Tengah. Tepat tengah hari, dan tentunya sepaket dengan rasa lapar, yang akhirnya membuat kami tak sabar menanti mobil jemputan untuk bergegas menyantap makan siang.

Tidak jauh dari bandara, kami sudah bisa duduk manis di kursi makan dan langsung terhidang deretan daftar menu khas kota Palu. Rumah Makan Heni Putri Kaili sepertinya sudah menjadi andalan buat para guide dan driver untuk membawa tamunya dari luar pulau bersantap di sana. Tanpa berpikir panjang, kami langsung mencari nama-nama menu yang unik, seperti Kaledo, Uta Kelo, ikan kuah Woku dan tumis pakis bunga pepaya serta memesan beberapa ikan bakar dan sup buah segar.

Dan taraaaa….. inilah makan siang kami…. Kaledo sendiri berasal dari kata “ka” yang artinya keras dan “ledo” yang artinya tidak, sehingga Kaledo artinya “tidak keras”. Merupakan makanan khas Palu, berupa sup dari tulang dan iga sapi. Dagingnya dimasak empuk sekali, bagian sumsumnya bisa diseruput dan disendok. Sementara kuahnya terbuat dari bumbu asam jawa dengan cabai rawit dan jeruk nipis. Nah, kalau Uta Kelo, sebenarnya adalah sayur kelor dibumbui kuah santan. Orang Jawa mungkin menyebutnya sayur “bobor”. Menu pembuka di kota Palu yang istimewa…

Tujuan utamanya trip kali ini kan nyobain menyelam di Marantale, tapi kuliner tetap jalan donk. Setelah kenyang, akhirnya kami semua duduk manis di mobil, melanjutkan perjalanan menuju ke Parigi. Butuh waktu lebih kurang dua jam untuk bisa sampai ke Parigi – Moutong. Jalanan berliku dan membelah bukit menembus jalan Trans Sulawesi, menyisir ke arah utara kota Palu. Buat kebanyakan orang, mungkin lebih familiar dengan nama daerah Gorontalo daripada Marantale ataupun Parigi. Marantale merupakan tempat area menyelam, yang berada di desa Tandaigi, Parigi – Moutong. Lokasinya berada di antara kota Palu dan Gorontalo.

Hari pertama ini tidak diisi dengan menyelam sama sekali, kami hanya ingin leyeh-leyeh saja di area resort, toh hari juga sudah sore. Sambil menunggu si bos pemilik resort datang, kami meletakkan tas kami di bungalow-bungalow cantik yang terbuat dari perpaduan kayu dan anyaman bambu. Tanpa AC tentunya, karena lokasi laut yang dikelilingi gunung ini membuat angin malam dari gunung nantinya pasti bebas leluasa menyapu, menembus celah anyaman bambu sehingga tidak perlu khawatir kepanasan. Halaman di depan bungalow cukup luas dengan pohon-pohon besar, menghadap ke laut.

Tak lama menunggu, muncullah bang Rully Nasution dari kapal yang baru saja bersandar. Rupanya Bang Rully baru selesai mengantar trip diving rombongan lainnya. Sembari menanti Bang Rully beberes, kami diundang ke area tempat makan untuk menikmati kopi dan teh di sore hari. Jajan pasar khas kuliner setempat juga disediakan. Dan beruntung pula kami, karena saat itu sedang musim durian, sehingga harganya sangat murah, dan kami dijamu buah durian setiap hari, sampai puas.

Tak sabar kami menantikan pemandangan bawah laut area Marantale ini. Terdapat lebih dari 20 site dive di Marantale dan beberapa site dive di area Amphibabo. Kondisi bawah lautnya cenderung tenang dengan jangkauan jarak pandang yang sangat jauh dan jelas. Lokasinya yang berada di teluk Tomini ini membuat perairannya sangat tenang dan tidak berarus. Laut ini pun tidak terpengaruh dengan angin barat, sehingga menyelam terbaik adalah antara bulan November sampai April.

Nah, ada apa saja yang ada di bawah laut Marantale ? Kontur bawah lautnya berupa bukit dan palung yang dalam, berpadu dengan hard coral dan berbagai spons. Serasa masuk ke hutan purba, seperti hamparan savana bawah air. Banyak sekali ditemukan Tuba Sponges, sejenis spons berbentuk pipa cerutu dengan ukuran yang sangat besar dan juga Salvador Dali sponges (= Petrosia lignosa), sejenis spons dimana permukaan luarnya terdapat ukiran, mirip karya seniman Spanyol bernama Salvador Dali.

Dan yang istimewa, icon terbaik Marantale adalah “giant rose’ yaitu berupa coral berbentuk mawar, dengan ukuran raksasa. Itu menjadi penutup yang istimewa kunjungan bawah air kami di Marantale.

Delapan spot yang kami kunjungi, semuanya istimewa, terlebih karena pemandangannya. Jadi buat para penggemar foto wide angle atau pemandangan bawah air, di sini merupakan salah satu surganya.

Bang Rully selain instruktur menyelam dan guide yang handal, beliau juga merupakan fotografer yang hebat, sehingga seringkali kami difoto secara candid, bahkan beberapa foto merupakan edisi narsis, alias sengaja pose untuk minta difoto di bawah air.

Malam terakhir kunjungan kami, ditutup dengan pesta makan kaledo di gazebo, tepian dermaga, yang sengaja dibuat Bang Rully sebagai tempat istirahat santai. Malam bertabur bintang menemani santap malam kami saat itu. Tak salah jika Parigi Moutong Dive Resort ini akhirnya memilih motto : SLEEP well EAT great DIVE awesome.

Hari terakhir, sambil menunggu jam terbang, kami sempatkan jalan-jalan kembali di kota Palu, mengunjungi tugu GMT, dimana kota Palu merupakan salah satu kota yang dilewati Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016 lalu. Karena setelah aktivitas menyelam di kedalaman tertentu, kita harus menunggu setidaknya 18 jam, sebelum naik pesawat terbang. Hal-hal pelajaran sederhana seperti ini, akan kita dapat saat mengambil sertifikasi menyelam. Taatilah prosedurnya, maka kita akan menyelam dengan aman dan nyaman.

Yuks, masuk kedalaman, menikmati surga bawah laut, karena di Indonesialah salah satu serpihan terbaik dunia bawah laut. Dengan mencintai alamnya, pasti secara sadar, kita akan turut pula menjaga kelangsungan dan kelestariannya. Salam slulup…

based on our journey on 6 – 9 March 2016

has published :

  1. Tribun Jateng Online : http://jateng.tribunnews.com/2016/10/27/keindahan-mawar-raksasa-di-bawah-laut-marantale-palu-sangat-menawan
  2. Harian Surya, 29 Oct 2016
  3. Harian Tribun Jateng, 27 Oct 2016
  4. Menikmati Indonesia : http://www.menikmatiindonesia.com/2016/10/17/marantale-dan-parigi-moutong-dive-resort/

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *